Saturday, February 26, 2011

plester TEMBOK

KEGIATAN BELAJAR 1

MEMPELAJARI BAGAIMANA CARA MENGHITUNG BAHAN

DASAR UNTUK PEKERJAAN PLESTERAN

A. Lembar Informasi

Pekerjaan memplester tembok merupakan pekerjaan menutup

pasangan bata dengan plester adukan/spesi. Plesteran ini dapat sebagai

penutup bagian luar atau dalam atau kedua-duanya. Fungsi plesteran

adalah : (1) melindungi pasangan tembok dari pengaruh cuaca,

khususnya hujan dan terik panas matahari, pengaruh-pengaruh mekanik,

(2) memperhalus atau meratakan permukaan pasangan tembok sehingga

memudahkan pengecatan, (3) memperindah penampilan.

Bahan adukan plesteran pada umumnya terdiri dari bahan dasar

berupa : semen atau kapur berfungsi sebagai bahan pengikat, dan pasir,

semen merah, tras berfungsi sebagai bahan pengisi. Adukan yang terdiri

dari campuran bahan-bahan seperti tersebut di atas sebelum dibuat dan

digunakan perlu dilakukan perhitungan atas penggunaan bahanbahannya.

Perhitungan penggunaan bahan dasar dihitung berdasarkan

jumlah volume plesteran yang yang ada. Misalnya perhitungan plesteran

pada tembok bagian dalam sebuah kamar dengan luas 3,00 x 3,00 m2,

tinggi tembok 3 m dan terdapat 1 pintu dengan luas 2,10 m2 Gambar detail

seperti di bawah.


Dasar perhitungannya adalah sebagai berikut :

Luas bidang yang diplester = luas bruto – luas pintu.

= 4.(3,00 x 3,00) m2 - 2,10 m2

= 33,90 m2

Tebal plesteran = 1 cm (0,01 m).

Volume plesteran = 33,90 m2 x (0,01 m) = 0,34 m3.

Jika digunakan plesteran dengan campuran perbandingan volume

1 kp : 2 sm : 3 ps, maka bahan dasar yang dibutuhkan adalah :

kp (kapur) : 1/6 x 0,34 m3 = 0,06 m3.

sm (semen merah) : 2/6 x 0,34 m3 = 0,11 m3.

ps (pasir) : 3/6 x 0,34 m3 = 0,17 m3 +

Jumlah = 0,34 m3.

B. Memplester Bidang Rata

Memplester bidang rata pada umumnya dibedakan menjadi dua

yaitu : (1) memplester bidang rata vertikal dan (2) memplester bidang rata

horizontal (datar). Kesulitan-kesulitan yang terjadi dalam pekerjaan

plesteran pada umumnya terletak pada plesteran bidang vertikal.

Plesteran bidang vertikal juga masih dibagi menjadi dua yaitu (1) plesteran

bidang rata dan (2) plesteran tepi tegak.

Sebelum pekerjaan plesteran dimulai permukaan tembok (bidang)

yang akan diplester harus bersih. Di awal pekerjaan plesteran pasangan

tembok harus dibasahi dahulu, terutama pada pasangan tembok yang

bata-batanya mempunyai pengisapan tinggi. Pembasahan sebaiknya

dilakukan dengan memakai kuas/sikat. Hal ini dimaksudkan agar

debu/kotoran yang menempel dapat terlepas, sehingga lapisan plesteran

dapat melekat dengan baik pada tembok. Retak-retak pada plesteran

harus dihindarkan semaksimal mungkin, untuk maksud ini campuran yang

dipakai harus dipilih sebaik mungkin. Retak-retak pada plesteran antara

3

lain disebabkan oleh campuran adukan tidak merata, adukan terlalu

plastis, terlalu banyak bahan yang halus, perbedaan ketebalan lapisan

yang besar, perbedaan penyerapan bata, pengeringan terlalu cepat,

plesteran terlalu kuat dari pasangan tembok. Lapisan plesteran biasanya

terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan pertama kamprot, lapisan kedua

bahan plesteran dan lapisan ketiga acian.

Setelah tembok dibasahi kemudian diberi lapisan pertama (kamprotan)

dengan ketebalan lebih kurang 2-3 mm. Untuk memudahkan pekerjaan,

maka dibuat lapisan kepala dalam arah tegak dengan jarak lebih kurang

1,5-1,8 m. Komposisi lapisan kepala sama dengan campuran badan

plesteran dan ketebalan lebih kurang 10 mm. Untuk mendapatkan

permukaan yang halus terakhir dibuat lapisan acian dengan ketebalan

lebih kurang 1 mm.

C. Pengaruh Plesteran Pendahuluan terhadap Lekatan Plester

Dalam pekerjaan plesteran umumnya diperlukan lapisan plesteran

pendahuluan. Maksud utamanya untuk mengurangi pengisapan air oleh

batanya. Lapisan pendahuluan ini ada 3 macam : (1) Air semen dengan

volume 5-20 % terhadap airnya, (2) adukan encer, dengan campuran

semen pasir 1 : 2-4, (3) sama seperti 2 dengan tambahan kapur dan pasir

(komposisi campuran diperkirakan 1 semen : 2 kapur : 4-6 pasir).

Pada nomor 1 cara pemakaiannya dengan dikuaskan, sedangkan nomar

2 dan 3 cara pemakaiannya dapat langsung dikuaskan maupun

dikamprotkan. Dalam mengkamprot harus hati-hati, supaya seluruh bagian

permukaan pasangan jangan ada yang terlewatkan. Sebelum pengerjaan

lapisan pendahuluan plesteran ini permukaan pasangan harus

dibasahi/disiram air terlebih dahulu. Umumnya kamprotan menambah

ikatan antara plesteran dengan bidang yang diplester, ini terutama bila

dipakai kamprotan dengan adukan encer nomor 2 di atas. Dengan

demikian dapat diharapkan bahwa lapisan plesteran pendahuluan akan

mengurangi retaknya plesteran.

4

D. Pemeliharaan Plesteran

Plesteran yang baru selesai harus dipelihara dan dilindungi dari

pengaruh terik matahari dan hujan. Hal ini dimaksudkan agar pengeringan

dan pengerasan tidak terlalu cepat yang dapat mengakibatkan retak.

Untuk melindungi plesteran dapat menyiram atau menutup plesteran

dengan plastik.

E. Lembar Latihan 1

Jika diketahui denah rumah tinggal seperti gambar berikut.

Tentukan kebutuhan bahan dasar untuk plesteran. Tinggi plesteran dari

lantai sampai ke plafon = 3,00 m.

Gambar 2. Denah Rumah Pengobatan

5

KEGIATAN BELAJAR 2

PEKERJAAN MEMPLESTER BIDANG RATA

PADA DINDING TEMBOK

A. Lembar Informasi

Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, adukan plesteran

harus dipersiapkan terlebih dahulu. Syarat-syarat adukan plesteran :

(1) Adukan untuk plesteran harus bersih dari kotoran-kotoran, sisa

tumbuh-tumbuhan, (2) Kapur yang digunakan untuk bahan campuran

harus benar-benar berupa bubuk halus. Tidak boleh terdapat butir-butir

kapur yang dalam plesteran dapat mengakibatkan rusaknya plesteran,

(3) Lajur tembok paling bawah lebih kurang 20 cm diplester dengan

adukan 1 sp : 2 ps, agar kedap air dan diberi pasangan ubin plint tegak,

(4) Sebelum plester tembok dimulai, tembok harus disiram dengan air

bersih hingga basah dan jenuh.

B. Lembar Kerja

1. Alat

a. Cetok

b. Alat lepa

c. Bilah perata

d. Benang

e. Martil

f. Alat sipat datar

g. Unting-unting

h. Ember

i. Cangkul

j. Sekop

k. Kotak adukan

l. Kotak angkut

m. Kotak aduk

6

2. Bahan

a. Bahan adukan yang terdiri dari :

1) 1 kp + 1 sm + 2 ps

2) ½ sp + 1 sm + 2 ps

3) Dengan ayakan sedang 1 sp + 2 a 3 ps.

b. Bahan untuk perapihan : 1 kp + 1 sm + air dengan ayakan halus,

1 sp + ½ kp + air.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

a. Gunakan pakaian dan perlengkapan kerja yang lengkap dan betul,

(sarung tangan, topi, sepatu dan lain-lain).

b. Bersihkan tempat pekerjaan dari kotoran atau benda-benda yang

mengganggu pekerjaan.

c. Tempatkan bahan-bahan pada tempat yang tidak mengganggu

dalam melaksanakan pekerjaan.

d. Tempatkan alat-alat pada tempat yang aman tidak mudah jatuh dan

mudah dijangkau.

e. Hindarkan pemakaian alat yang tidak sesuai dengan kegunaannya.

f. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, hati-hati serta jangan

bersendau gurau.

g. Perhatikan petunjuk dari pembimbing.

h. Perhatikan dan pelajari dengan seksama gambar tugas dan uruturutan

kerja, bila terdapat materi yang kurang jelas segera

tanyakan pada pembimbing.

i. Bekerjalah bersama-sama dengan teman seregu, dengan saling

membantu dan perhatikanlah teman-teman agar tidak terjadi

kecelakaan.

j. Laporkan segera kepada pembimbing, bila terjadi sesuatu yang

merugikan (kecelakaan) sewaktu bekerja.

4. Langkah Kerja

a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b. Pasang benang-benang di bagian tepi dari bidang muka tembok.

(gambar 3)

c. Usahakan benang-benang tersebut menghasilkan bidang yang

tegak dan rata untuk tebal plesteran lebih kurang 1 cm.

d. Buatlah di tempat-tempat tertentu di bawah benang-benang

bulatan-bulatan plesteran dengan sisi-sisi 5-10 cm (gambar 4).

Jarak bulatan atau persegi lebih kurang sama dengan panjang

bilah perata.

e. Buatlah kepala-kepala plesteran (tanggul-tanggul) yang

menghubungkan bulatan-bulatan atau persegi tersebut (gambar 5)

f. Plester bidang-bidang di antara kepala-kepala tersebut hingga

penuh (gambar 6) ratakan dengan bilah perata hingga plesteran

tersebut rata. Gosoklah dengan alat lepa hingga rata dan halus

(gambar 7)

g. Kerjakan terus-menerus sehingga satu bidang penuh selesai

diplester

C. Lembar Latihan 2

Gambar 3. Cara Memasang Benang pada Bidang Tampak.

Gambar 4. Cara Membuat Bulatan Plesteran (5-10) cm.

Gambar 5. Kepala Plesteran yang Menghubungkan Bulatan-bulatan.

9

Gambar 6. Cara Memplester Bidang Plesteran.

Gambar 7. Cara Menggosok Bidang yang Diplester dengan Alat Perata.

KEGIATAN BELAJAR 3

PEKERJAAN MEMPLESTER

DINDING TEMBOK TEPI TEGAK

A. Lembar Informasi

Pekerjaan plesteran tepi tegak dapat dikerjakan, setelah plesteran

tembok dihaluskan atau sebelum plesteran tembok dihaluskan.

Apabila pekerjaan plesteran tepi tegak setelah plesteran tembok

dihaluskan, maka penghalusan plesteran tepi tegak dapat dilaksanakan.

Tetapi apabila plesteran tepi tegak dikerjakan sebelum plesteran tembok

dihaluskan, maka sebelum penghalusan semua plesteran harus sudah

diselesaikan sehingga pekerjaan penghalusan tembok dapat dilaksanakan

sekaligus.

Adukan untuk plesteran tepi tegak harus lebih baik dari pada

adukan untuk plesteran tembok. Misalnya (1) Adukan untuk plesteran

tembok : 1 kp : 1 sm : 1 ps, adukan plesteran tepi tegak : 1 kp : 1 sm : 2 ps

+ ½ sp diayak halus. (2) Adukan untuk plesteran tembok : 1 sp : 2 ps a

3 ps, adukan untuk plesteran tepi tegak : 1 sp : 2 ps diayak lebih halus.

B. Lembar Kerja

1. Alat

a. Bilah perata.

b. Cetok.

c. Alat lepa.

2. Bahan-bahan yang dibutuhkan

Semen portland dan pasir untuk adukan : 1 sp : 2 ps atau kapur,

semen merah, pasir dan semen portland untuk 1 kp : 1 sm : 2 ps +

½ sp yang telah diayak halus dan air.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

a. Gunakan pakaian dan perlengkapan kerja yang lengkap dan betul,

(sarung tangan, topi, sepatu dan lain-lain).

11

b. Bersihkan tempat pekerjaan dari kotoran atau benda-benda yang

mengganggu pekerjaan.

c. Tempatkan bahan-bahan pada tempat yang tidak mengganggu

dalam melaksanakan pekerjaan.

d. Tempatkan alat-alat pada tempat yang aman tidak mudah jatuh dan

mudah dijangkau.

e. Hindarkan pemakaian alat yang tidak sesuai dengan kegunaannya.

f. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, hati-hati serta jangan

bersendau gurau.

g. Perhatikan petunjuk dari pembimbing.

h. Perhatikan dan pelajari dengan seksama gambar tugas dan uruturutan

kerja, bila terdapat materi yang kurang jelas segera

tanyakan pada pembimbing.

i. Bekerjalah bersama-sama dengan teman seregu, dengan saling

membantu dan perhatikanlah teman-teman agar tidak terjadi

kecelakaan

j. Laporkan segera kepada pembimbing, bila terjadi sesuatu yang

merugikan (kecelakaan) sewaktu bekerja.

4. Langkah Kerja

a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b. Pasang bilah perata pada sisi samping bidang tembok yang

diplester. Usahakan bilah perata tersebut rata dengan plesteran

tembok yang dimulai dari atas (gambar 8)

c. Plester hingga terbentuk garis tepi (lingir) yang lurus dan tegak.

d. Geser bilah peratanya ke bawah dan atur seperti butir b dan plester

lagi hingga terdapat garis tepi yang lurus dan tegak.

e. Geser bilah perata vertikal lebih kurang 1 cm ke sebelahnya.

f. Kerjakan seperti butir b.

g. Geser bilah peratanya ke bawah dan kerjakan seperti butir d.

12

C. Lembar Latihan 3

Memplester pada Pilaster.

Memplester Tepi Tegak Tembok. Memplester Ujung Tegak Tembok.

Gambar 8.

13

LEMBAR EVALUASI

Tes Tertulis

1. Sebutkan tiga fungsi utama plesteran !

2. Jelaskan mengapa plesteran yang baru saja selesai dikerjakan perlu

perawatan ?

3. Sebutkan empat ketentuan adukan untuk plesteran ?

Hasil Keterampilan

1. Cara menggunakan alat : 20 %.

2. Sistematika kerja : 20 %.

3. Perhatian terhadap keselamatan kerja : 10 %.

4. Sikap kerja : 10 %.

5. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan : 15 %.

6. Hasil pekerjaan meliputi : : 25 %.

a. Ketegakan plesteran : 5 %.

b. Kelurusan plesteran : 5 %.

c. Homoginitas warna plesteran : 5 %.

d. Kepadatan plesteran : 5 %.

e. Kebersihan : 5 %.

14

LEMBAR KUNCI JAWABAN

Tes Tertulis

1. Fungsi plesteran adalah :

a. Melindungi pasangan tembok dari pengaruh cuaca, khususnya

hujan dan terik panas matahari, pengaruh-pengaruh mekanik.

b. Memperhalus/meratakan permukaan pasangan tembok sehingga

memudahkan pengecatan.

c. Memperindah penampilan.

2. Plesteran yang baru selesai harus dipelihara dan dilindungi dari

pengaruh terik matahari dan hujan. Hal ini dimaksudkan agar

pengeringan dan pengerasan tidak terlalu cepat yang dapat

mengakibatkan retak. Untuk melindungi plesteran dapat menyiram

atau menutup plesteran dengan plastik.

3. Syarat-syarat adukan plesteran

a. Adukan untuk plesteran harus bersih dari kotoran-kotoran, sisa

tumbuh-tumbuhan.

b. Kapur yang digunakan untuk bahan campuran harus benar-benar

berupa bubuk halus. Tidak boleh terdapat butir-butir kapur yang

dalam plesteran dapat mengakibatkan rusaknya plesteran.

c. Lajur tembok paling bawah lebih kurang 20 cm diplester dengan

adukan 1 sp : 2 ps, agar kedap air dan diberi pasangan ubin plint

tegak.

d. Sebelum plester tembok dimulai, tembok harus disiram dengan air

bersih hingga basah dan jenuh.